Keresahan Seorang Jomblo

Mei 23, 2017 Hadafi 0 Comments

Anyway, lama gak jumpa bersama aku yak. Bulan ini banyak target yang harus dikerjakan soalnya. Maklum lah, orang sibuk. Wkwkk. Di cerita kali ini aku akan menjabarkan beberapa kegiatan dan apa saja yang aku lakuin beberapa bulan terakhir. Semacam review gitu lah.


Dimulai dari yang pertama, beberapa waktu lalu aku dan teman-teman SkM UGM Bul mengadakan agenda pelantikan awak magang. Ini artinya aku naik jadi angkatan 2, sementara angkatan magang naik jadi angkatan satu. Senang rasanya dapet teman-teman baru dari angkatan satu. Senang juga, akhirnya tugas reportase tiap minggu udah gak ada, sekarang tinggal belajar jadi penjaga rubrik semacam editor pertama lah. Btw, aku jg dinobatkan sebagai redaktur pelaksana terbaik pas pelantikan. Haha

Entah anugrah atau sebaliknya, aku juga dipilih untuk menjadi Penanggungjawab Sementara Redaksi (PJS). Tugasku yaitu mengkoordinir tulisan redaksi untuk Bulpos Edisi Maba yang cetak 10000 eksemplar. Pokoknya ini merupakan tugas terberat tapi terasik di Bul. Aku dan kawan-kawan redaksi harus menyampaikan ide tulisan yang bisa menunjukkan kesan baik bagi Mahasiswa Baru. Bulpos setebal 35an halaman itu harus naik cetak maksimal sebulan sebelum Agustus. Its mean, we must work extra. Cari tema, cari foto, cari duit cetak, dst. Maklum, kami mandiri, duit rektorat susah turun soalnya. Mana mau mereka ngeluarin puluhan juta untuk Edisi Maba ini.

Sebagai PJS Redaksi ada kalanya merasa senang, tapi tak sedikit juga pusing ketika anak-anak gak nepatin dateline. Haduh nak, susah banget sih kalian. Tapi, pertama kalinya aku dateng ke Hotel Alana ya karena dapat undangan sebagai Pemimpin Redaksi. Seharian menghadiri diskusi tentang Radikalisme, Terorisme, dan Hoax di hotel. Yakali gak enak. Haha. Aku merelakan gak presentasi demi ini coba. Kenapa? Karena ini lebih penting, aku belajar banyak di forum itu. Aku ketemu relasi baru, dapet ilmu baru, plus makan siang gratisan. Kedua, aku jg diundang atas nama Pemimpin Redaksi Bul dalam diskusi dgn IDEA, lumayan makan siang gratis + relasi. Haha.

Senang rasanya bisa gabung di Bul. Dapet banyak sekali pengalaman. Memang, gak semua  awak dapat apa yg aku rasakan. Tergantung juga sih, bagaimana usaha kamu untuk belajar dan memanfaatkan keuntungan di suatu organisasi.

Selanjutnya tentang YOT Yogyakarta. Aku tak pernah menyangka akan lanjut terus dan bersemangat di YOT Yogyakarta. Beberapa kali, aku terjebak di titik terendah kemalasan dan kebosanan dengan YOT. Mungkin ekpektasi yang gak sesuai realita membuatku seperti itu. Tapi, aku berusaha untuk stay, mengemban amanah yag telah dipercayakan Seno untuk menyusun program di YOT. Setiap organisasi pasti punya masalah, begitu pula di YOT. Kami komunitas, isinya manusia. Ya tempat salah dan dosa emang.

Aku menyadari jika kurangnya kejelasan di rangkaian oprek. Mereka yang paham akan social media pun pasti tahu masalah kami lewat IG. Tak mau ambil pusing dgn itu, aku mencoba untuk terlibat seutuhnya di oprek. Bahkan bisa dibilang mendominasi, aku melakukannya semata-mata demi YOT ke depan, not me. Trust it.

Minggu pertama seleksi berkas. Aku tak mau terlibat dgn itu karena malas baca CV dan Motlet satu-satu. Aku terlibat di FGD. Beberapa kali sempat memimpin FGD dgn tema Rokok. Tema yang sama saat FGD Oprek Bul. Lumayan tahu dan menguasai lah. Berbagai tipikal orang aku jumpai. Mulai dari yang biasa-biasa, ramah, cerewt, emosian, sok cool, dst, pokoknya intuisi sebagai mahasiswa Psikologiku merasa terasah. Beberapa menit bicara aku jadi bisa menyimpulkan karakteristik orang. Eits bukan peramal hlo ya... Beberapa anak hebat pun aku jumpai lewat FGD. Agaknya mereka lebih dari yg YOT harapkan. Haha. Semoga mereka bisa jadi future leaders. Aku juga. Amin.

Seminggu setelah FGD, dilakukan wawancara. Pas hari pertama, aku gabisa datang tepat waktu karena harus ngejob MC di seminar Jurnalistik Bul. Sumpah itu ngeMC yg paling ngajarin aku banyak hal. Sudah molor 45 menit dari rundown, ditambah cuma ada 10an peserta. Yawla, aku sampe keringetan bingung mau bahas topik apa. Untungnya aku dan patnerku gercep dalam mengobservasi situasi. Lumayan lancar kok. Balik lagi ke wawancara YOT, lumayan melelahkan sih. Apalagi minggu kedua. Tapi aku senang bertemu calon member YOT baru. Keren dah pokoknya. Oiya, semisal kalian gak keterima, gpp kok. Masih ada tahun depan, masih ada komunitas lain, masih ada kesempatan lain. Intinya dimanapun kalian berada, teruslah berkembang jd pribadi yg lebih baik. Tak mesti di YOT kok.

Beberapa kali di sela wawancara, Steve membawa kamera Seno untuk foto sana sini. Tak ketinggalan, untuk mendapat stok foto bagus, aku juga ikutan foto. Haha. Gak penting jg sih diceritain. Lebih penting ini, YOT bisa foto bareng meskipun gak fullteam. Huhu. Kapan foto bareng lagi?

Terimakasih pokoknya sama YOT. Sebagai calon HR dan CEO perusahaan, aku jadi tahu sulitnya mencari anggota yg memenuhi kualifikasi, termasuk mencari sistem yang bagus buat oprek.

Selanjutnya, aku juga kepikiran dengan OnCom. Beberapa minggu ini, IG OnCom off. Beberapa waktu lalu juga server OnCom down. Mungkin lagi tahap perkembangan jg sih. Di OnCom ini aku merasa bisa menolong banyak orang yg butuh informasi ttg Psikologi. Memang, mungkin masih awam ilmu Psikologi di Indonesia. Padahal sangat penting. Menjadi mentor OnCom sangat mengesankan bagiku. Banyak pengalaman unik dan menggelitik, bahkan mengaharukan. Aku jadi menyadari jika Indonesia butuh ilmu Psikologi. Beberapa kali ada konseli yang curhat mengenai orientasi seksual mereka. Ternyata banyak juga yang memiliki keresahan soal ke-Gay-an atau ke-Lesbian-nya. Ada yg berani menunjukkan jati dirinya, dan tapi ada jg yang sebaliknya. Mereka meminta masukan dan saran dari aku. Padahal, aku sendiri tak tahu harus bilang apa kepada mereka. Yang aku bisa hanya mensupport mereka dan menyarankan untuk datang ke Psikolog. Kebimbangan ku ketika menolong orang lain, antara Agama atau Hak Asasi.

Hmmm. Semua cerita ini aku tulis di kesyahduan malam yang indah ini. Selasa, 23 Mei di kamar yg berantakan. Rencananya mau belajar buat UAS tapi sudah malas. Akhirnya bisa produktif untuk nge-blog. Mungkin acakadut tulisannya. Semoga apa yg aku tulis bisa menjadi pembelajaran dan refleksi untuk kita. Tetap semangat!!!

0 komentar: