Review Kopilimo, Sebuah Kafe di Kecamatan Patuk
 |
| Singkong goreng dan Kopi Limo di Kopilimo |
Kebanyakan millenial terlalu over
exposed dengan gawai. Bahkan, istilah gawai mungkin malah tidak dikenalnya.
Mereka lebih popular menggunakan kata gadget dalam kamus perbincangan
sehari-hari. Bak rukun utama, gawai menemani lebih dari setengah aktivitas
harian. Sambungannya, instagram, siapa sih yang tidak mengenalnya?
Sekarang, mencari spot foto untuk posting
di Instagram menjadi kepentingan mendesak. Terkadang lebih penting daripada
pemenuhan kebutuhan fisiologis menurut Maslow, makan. Jeprat-jepret beberapa kali
hingga mendapat sudut yang pas, baru makan. Untuk itulah tempat makan atau kafe perlu me-make-over desain mereka menyesuaikan permintaan pasar. Tapi tergantung segmentasi
juga sih.
Kali ini, aku mau ngereview salah
satu kafe yang ada di Patuk. Tulisan ini murni pendapatku sendiri, jika kamu
ingin memastikannya bisa datang langsung ke tempatnya. Namanya Kopilimo, setahuku diambil
dari nama salah satu jenis kopi, Kopi Limo.
Kopilimo terletak di Sumber Tetes, Patuk, Patuk, Gunungkidul, DIY. Kamu bisa
ambil kiri (kalau dari Jogja) di Perempatan Polsek Patuk, lurus ikuti jalan
sejauh 2 km-an.
 |
| Salah satu sudut di Kopilimo |
Pertama kali menginjakkan kaki di
kafe ini, suasana desa tak asing lagi. Tempatnya lumayan sepi. Memang, jalan
penghubung Patuk-Ngoro-oro tak seramai siang hari, maklum sepanjang jalan itu
minim pencahayaan. Apa hubungannya? Kalau ke Kopilimo lewat situ. Di Kopilimo, pengunjung bisa mendengar suara jangkrik atau hewan malam
semacamnya. Kondisi sini dingin, pengunjung kusarankan memakai jaket atau sweater. Btw, di sini tak hanya menawarkan tempat nongkrong, melaikan
homestay juga. Jadi bisa menginap juga,
Menyusuri tiap sudut Kopilimo,
kita disuguhi berderet hunian. Desainnya sih semacam perumahan gitu, itu homestaynya. Ada juga
beberapa lampu warna-warni di sudut-sudut, menambah romantis suasananya. Untuk kumpul, ada
omah bambu yang terkesan sangat artistik dan nyaman. Pengunjung juga dimanjakan
dengan internet gratis, kebutuhan primer manusia masa kini. Tapi jangan lupa
tanyakan password dan username ke penjaganya ya.
 |
| Cuplikan dinding omah bambu |
Aku berkesempatan memakai omah bambu, sekalian untuk rapat FMKP. Sayangnya, ketika kami sampai, sudut itu agak kotor. Temanku
sempat mengambil sapu untuk membersihkannya. Sebenarnya, konsep omah bambu bagus
dengan ornamen bambu yang apik. Sumpah apik. Ditambah lagi posisinya yang di atas membuat angin
semakin sepoi menerpa tubuh. To be honest, aku kurang suka dengan lantai yang
terkesan rapuh (kalo diinjak bunyi). Mungkin memang kuat sebenarnya, tapi untuk orang yang takut ketinggian,
pasti lantai omah bambu membuat tak nyaman. Selebihnya asyik sih dengan sudut
ini, luas, dan ada LCDnya. Gak tahu kalau proyektor. Cocok untuk meeting.
 |
| Rapat FMKP di Kopilimo |
Untuk urusan makanan dan minuman,
Kopilimo menyajikan menu khas desa. Bagi mereka yang kangen dengan singkong
goreng, tempe mendoan, atau pisang goreng wajib mencoba berkunjung di kafe ini.
Pengunjung bisa mencoba Kopi Limo sebagai minuman andalan kafe ini, harganya
7k. Namun, aku tak mencicipi Kopi Limo karena memang tidak suka kopi. Maaf ya. Aku
hanya mencicipi singkong goreng seharga 10k. Enak sih, bumbu pas, tapi kurang
krispi menurutku, lebih enak singkong di tempat lain. Hehe. Selebihnya silakan coba
sendiri. Urusan menu, pokoknya bervariasi, mulai dari aneka jus, indomie, nasi
goreng, dll. Sayangnya, aku harus menunggu sedikit lama dari memesan hingga
pesanan diantarkan. Beberapa menu pun juga tidak selalu ready. Ingat, harganya belum termasuk PPN ya.
 |
| Menu di Kopilimo |
Di tengah rapat, seorang pria
dengan tinggi kurang dari tinggiku, sepertinya, datang menghampiri. Dia memakai kaos hitam
dan celana coklat. Katanya sih pemilik kafe, Mas Tegar namanya. Kalau gak salah
ya. Dia menyapa kami. Sempat juga menceritakan overview Kopilimo. Dia juga menyampaikan harapan pembangunan Kopilimo, semoga Patuk bisa dikenal di kancah
lebih luas. “Semoga masyarakat bisa kenal keunikan Patuk,” jelasnya.
Kesimpulannya, Kopilimo cocok
bagi kamu yang rindu akan suasana sepi dan nyaman di desa. Cocok juga untuk
kumpul atau rapat karena kondisinya tak banyak distraksi. Bagi yang ingin
wisata kuliner, agaknya harus berpikir ulang, kecuali, kamu pecinta kopi yang memang
pengen mencicipi kenikmatan Kopi Limo saja, itu cocok juga. Sekian ulasanku,
semoga bermanfaat.
1 komentar: