I K S - Love (Review Cewek)

Desember 18, 2015 Hadafi 0 Comments

Hallo, ketemu lagi sama #hitsugm #ugmganteng Hadafi Farisa R. Kali ini aku mau ngomongin cinta. Basi kali ya? Enyway gakpapa lah...

Sumber gambar: Public Domain Vector


Sebelum itu, gak kerasa udah satu semester di Fakultas Psikologi. Apa yg aku dapet? Banyak kecuali cinta. Sedihnya :(  Satu semester ini sangat berkesan buat aku. Aku melewati hari2 yg sangat menyibukkan. Pagi kuliah, malem rapat, hal biasa yg kujumpai di semester 1 ini. Semoga ini menjadi bekal di dunia kerja kelak. Amin..

Btw, enyway di satu semester kuliah ini gue belum bisa nentuin perasaan gue sama seseorang. Banyak cewek yang membuat gue penasaran. Nih gue review satu2 dgn inisial.

I, dia pernah satu sekolah sama gue. Dulu, katanya dia suka sama gue dan karena gue dicieciein sama temen2 gue, akhirnya gue jadi rada penasaran juga. Namun semakin gue kenal dia, gue merasa ada tipe cewek idaman yg belum melekat di dia. Maaf ya, gue tiba2 pergi dan dia pun gak mencari tahu kepergian gue. Gue pikir yaudah, cinta monyet doang...

K, dia lebih pintar daripada gue. Orangnya kaku banget, gak bisa dimodusin. Ih, sumpah beneran kaku dan gak bisa dimodusin. Dia juga cuek banget. Gue gak tahu cara ndeketin dia. Tapi gue pernah bisa jalan2 bareng sama dia walaupun ada orang lain juga. Gue penasaran, dia jual mahal ato memang gak suka sama gue :(

S, dia baru kukenal 6 bulan terakhir. Orangnya perhatian, respect, asik deh. Gue pengen deket sama dia. Tapi.... Gue gak tahu gimana caranya. Masa gue Line? Ajakin makan? Ato? Ada saran???

You didn't know, who is your true love.

0 komentar:

Ayo Move On !!!

Agustus 01, 2015 Hadafi 0 Comments

Asli, penyesalan itu datangnya belakangan.



Hallo bro!!! Jumpa lagi sama cowok kece. Kalian tahu gak kalo aku masuk UGM? Bukan mau sombong, aku cuma mau berbagi kisah inspiratif buat kalian. Mungkin kalian pada bertanya- tanya. Gimana rasanya masuk UGM? Susah gak sih masuk UGM? Ini jawabannya.

Sabar ya, aku bingung mau mulai dari mana ceritanya. Oh iya, pada mulanya aku bersekolah SD di dekat rumah. SMPnya jauh banget dari rumah, mungkin paling jauh diantara temen SMP. Nah, SMAnya aku berjuang nih ke sekolah favoritku. Yak EKAMAS.

Di sekolah terbaik se kabupaten GK itu (alay dikit boleh), aku mendapat ranking tengah. Perlahan meniti prestasi, namun sempat syok karena masuk IPS ( katanya lebih unggul IPA soalnya). Aku bukannya stress tapi sebaliknya. Aku janji bakalan bikin IPS Ekamas Jaya. Pencapaian membanggakanku terjadi saat kelas 12. Try Out UN pertama dapet rank 1, TO SBM Anava dapet rank 1, Lulusan terbaik ke 5, dan yang lainnya agak zonk (sabar, sabar broo bacanya, sombong dikit gakpapakan? wkwk). Namun aku GAGAL tembus SNMPTN ( gilak, Hadafi gak tembus. Gini, gini. Sebenernya ini peringatan buatku. Aku sangat PD sekali keterima di Manajemen UGM sehingga aku cuma pilih satu prodi itu. Ini hikmah buat kalian, kalo pilih prodi SNMPTN itu harus punya strategi. Pilihan SNMPTN ada dua tipe, pertama pilih yang realistis atau, kedua pilih yang narsis tapi siapkan diri belajar tes tulis. Kalau aku yang tipe kedua). Tidak hanya di situ, aku juga gagal di jalur rapot Sekolah Vokasi UGM ( Aku sangat syok ini, masa se EKAMAS cuma Nur yang masuk itupun karena dia punya sertifikat juara nas 3 olimpiade Akuntansi di UGM. Jadi gini, aku percaya anak Ekamas itu pinter - pinter, tapi kalau soal nilai rapor masih sangat jauh dari SMA lain. Tapi jangan salahkan sekolah ya? Percaya atau tidak, orang-orang yg keterima di SNMPTN itu kebanyakan memang passion mereka di situ. So, kalau pilih prodi SNMPTN ya yang sesuai passionmu. )

Melewati masa syok.

Masa di mana setiap hari belajar buat persiapan SBMPTN. Aku gak ikut bimbel manapun tapi punya buku bimbel ( Penting. Beli yang bekas di deket Taman Pintar. Kalau bekas kan udah ada jawaban dan penjelasan. Aku beli 20 ribu. Trik lain gantiin buku SBM temen yang udah lolos SNMPTN. Yang murah cari file soal di internet atau file di grup-grup SBMPTN FB.) Aku ikut bimbingan di sekolah dua mapel Bahasa Inggris dan MTK ( kalo awalnya udah gak niat gak usah ikut, cuma jadi rugi)

....... tes, nunggu pengumuman….....

PENTING!!! Cek identitas dulu sebelum mengerjakan soal SBMPTN (SALAH IDENTITAS GAK LOLOS) PENTING!!!

Dua pengumuman sebelumnya aku sangat grogi tapi kali ini aku santai saja. Pukul 17.02 ( Kamis, 9 Juli 2015), aku buka dan Selamat Anda Diterima di Psikologi Universitas Gadjah Mada. Tiba - tiba aku menangis. Aku sempat mengatakan pada ibu. " Bu, ini adalah hadiah untukmu". Aku bersyukur pada Allah. ( Allah PASTI memberikan jalan terbaik untuk kita. PERCAYALAH )

Tamat

Cerita sih udah aja tapi aku mau jawab pertanyaan di awal. Kalau ditanyaain kuliah di mana, rasanya itu ada kebanggaan sendiri ( pada awalnya doang, semakin ke sini biasa aja). Beda jauh kalau kalian udah gabung di grup line masing- masing prodi. Belum kenal aja udah kayak keluarga, temen - temennya humble, down to earth, konyol, seru, topik gak penting jadi seru untuk dibahas. Aku udah ngerasain kayak gitu dan kita belum pernah meet up. Padahal dari anak kota, hingga desa, dari aceh hingga papua. Semoga jadi kenyataan ya.

Susah gampangnya masuk UGM tergantung seberapa keras usaha kita untuk meraihnya. Jika udah kerja keras plus doa ya gampang tapi kalo belum yang sulit.

Semoga postinganku ini bermanfaat buat kalian. Aku minta maaf kalau tulisannya menyombongkan diri sendiri, tapi jujur aku cuma mau menyemangati dan memberi inspirasi untuk kalian. Terimakasih.



0 komentar:

Tundukkan Kepala lalu Bersyukurlah

Juli 10, 2015 Hadafi 0 Comments

Terkadang harapan kita tak sesuai dengan kenyataan tapi percayalah jika Allah akan memberikan yang terbaik bagi umatnya.

Aku gagal SNMPTN
Aku juga gagal PBUSMAK UGM
Namun aku bangkit dan bekerja keras dalam SBMPTN, hingga Allah memberikan sesuatu hal yang sangat membahagiakan kepadaku.

Terimakasih Allah.

Sepenggal pengalaman yang belum sempat aku ceritakan, mungkin nanti.

0 komentar:

Unpredictable Moment

April 17, 2015 Hadafi 0 Comments

Sumber gambar: Edunews.id

Tak perlu kuat secara fisik untuk bisa mengubah dunia, yang terpenting adalah perkuat kepribadian kamu.

Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku sangat kebingungan sekali. Ini adalah UN terakhirku. Andaikan langit tak setinggi ini dan samudra tak sedalam yang aku perkirakan. Seseorang tolonglah aku.

Berita UN kini ramai diperbincangkan. Ada rumor jika UN tahun ini bocor, tapi itu bukan rumor. Itu adalah sebuah kenyataan, kenyataan yang benar benar terjadi. Dan sekarang aku tidak tahu di mana posisiku, sekarang aku benar atau aku salah. Mungkin aku di antara benar dan salah. Aku tidak mau munafik, aku lihat soal itu, bocoran soal tepatnya, aku buka tautan itu, download, dan dokumen rahasia negara itu ada di ponselku sekarang, untung aku bukan anak IPA, karena yang aku download adalah soal fisika. Tepat sebelum UN Fisika dilaksanakan, karena sekolahkan UN CBT. Aku berusaha menutupi rahasia ini dari siapapun tapi mungkin mereka sudah lebih dahulu mengetahui, pikirku. Aku mencoba jujur dalam UN kali ini namun itu terlalu berat. Satu hari sebelum UN Matematika IPS, aku membuka sebuah grup di sosmed. Di sana di share soal-soal Matematika IPS, aku tak tahu jika itu adalah soal UN PBT hari Selasa. Aku juga tak tahu jika keesokan harinya itu adalah soal yang akan aku kerjakan di UN CBT Matematika IPS. Di situ aku merasa untung namun rugi. Aku sempat schock.

 Aku dengar soal UN CBT dan PBT hampir sama, pelaksanaan UN PBT pun lebih cepat daripada UN CBT. Ini artinya aku dapat tanya soal ke teman lain yang sudah selesai mengerjakan UN PBT. Aku tidak tau tindakan yang akan aku lakukan benar atau salah tapi aku yakin Tuhan pasti menyalahkan tindakanku jika aku tanya temanku yang telah selesai UN. Aku mengurungkan niatku itu.

Aku hanya ingin berdoa semoga Tuhan menjauhkan ku dari tindakan ketidakjujuran ku dalam UN. Semoga Tuhan percaya bahwa 3 tahun aku belajar membawa hasil yang terbaik untukku, hasil kerja kerasku, usahaku dan tentunya doa yang Engkau ijabahi. Semoga dalam 2 mapel terakhir UN Engkau tetap menjagaku, menjaga integritasku. Di Jumat penuh berkah ini, aku memberanikan diri untuk bercerita tentang hal ini diblogku, maafkan aku, maafkan aku mengecewakan semuanya.

0 komentar:

Hadiah Teristimewa

Januari 31, 2015 Hadafi 0 Comments


Seberapa besar keberhasilanmu mencerminkan usaha dan kerja keras yang engkau lakukan.

            Kabut pagi masih setia menemani minggu yang agak mendung ini, yap, tepat tanggal 25 Januari 2015. Guling masih tak ingin lepas dari dekapanku. Namun, waktu terus berdetik ke masa depan kian cepat. Motorku yang masih kotor karena kehujanan kemarin memintaku untuk memandikannya.

            Beberapa hari yang lalu, Anggit, teman sekolah gue yang pinter itu, nawarin tiket. Tiket mengenai TO SBMPTN yang diadakan oleh mahasiswa statistika UGM. Harganya 25 ribu, uang jajan gue selama seminggu. Itu artinya kalau gue ikut, gue gak jajan 168 jam. Tapi gue lebih pilih ikut TO itu, lumayanlah sekalian jalan-jalan, siapa tau dapet temen baru. Ehm.

            Tepat pukul 06.00, gue dapet pesan dari temen gue. Sebenarnya gue agak akrab dengan jalanan di Jogja, tapi gak lucu kalo gue bablas nyasar. Jadi gue putusin buat janjian sama temen gue, walaupun sepertinya dia juga baru belajar ngapalin peta Jogja. Buktinya aja dia salah jalan, mau ke FMIPA UGM masuknya ke Graha Saba. Huh, Didib, Didib. 

            Umumnya, sebagai pelajar yang punya kewajiban buat belajar, gue harus belajar tentunya. Tapi masalah yang sering menimpa sebagian besar benget pelajar adalah MALAS. Malam minggu, gue memang sempet buka-buka catatan sih, tapi cuma dibuka. Semoga aja ilmu yang ada di dalam otak gue dapat digunakan untuk ngerjain soal-soal sulit itu, katanya.

            Di tengah ratusan orang yang mau meunggu bel buat ngerjain soal TO SBM itu, ada yang terlihat rajin baca buku, ada yang mainan gadget keren, ada yang mukanya malu-malu, ada yang bercanda dengan temannya, dan gue duduk termenung menikmati suasana pagi di UGM. Gilaaakkk. Tapi, gue sedikit baca-baca soal yang dibawa Mahfud, walaupun gak ada satu pun yang benar ketika gue ngerjain.

            Tettt, bel masuk ruangan berbunyai. Segera gue siapin alat tempur gue, 4 P, pensil, penghapus, papan, dan pena. Tak lupa gue berdoa, mulut komat kamit memohon petunjuk Allah. Sontak, setelah gue dapet soal, gilakkk, sulit ini kayaknya. Sembilan puluh soal yang terbagi ke beberapa sektor yaitu matdas, bing, bind, dan TPA siap di depan gue dalam waktu 105 menit. Gue punya kira-kira 70 detik untuk mengerjakan setiap soal, itu pun kalau gue salah, gue dapet poin -1. Bismilah aja deh.

            Beberapa menit berlalu, gue memperhatikan orang-orang di sekitar gue. Di depan gue, aman, maksudnya anteng-anteng aja, tapi itu yang bikin gue nerves, anak Padm*****, yang notabene dikenal memiliki siswa pinter. Di arah jam 2, gue lihat siswa yang “uprek”, maksudnya selalu ubah-ubah posisi duduk. Di samping kiri gue, duduk cewek yang termasuk anteng, yang gue pikir dia caper sama gue. Nah, sambil gue lucu-lucuan itu, gue gak sadar jika waktu makin cepat terlewati. Namun, subhanallah banget gue yakin dengan 45an jawaban gue di tambah 15an ragu. Itu untuk jam pertama.

            Setelah ada istirahat, gue masuk lagi ke ruangan untuk ngerjain 60 soal SOSHUM. Menurut gue ini lebih lama waktu ngerjainnya namun lebih sulit soalnya. Bener aja, mungkin hanya tiga soal yang familiar di otak antara 15 soal sejarah. Gue udah pasrah dengan jawaban gue di soal SOSHUM ini. Gue hanya mau menikmati pemandangan sekitar. Berbeda dengan jam pertama tadi, orang yang duduk di depan gue terlihat upyek dan uprek banget. Mula-mula kaki rapat, beberapa detik dia angkat, beberapa detik lagi dia muter-muterin pensil, beberapa detik kemudian dia ngerapiin rambut, beberapa saat kemudian dia benerin gelang yang ada di tangannya. Lucu aja memperhatiin orang gitu, untungnya dia gak tahu kalo gue ketawa. Haha. Namun, gue akui dia lebih kece dan ganteng daripada gue. Lain lagi dengan orang yang duduk samping kiri gue. Disengaja atau tidak, dia jatuhin kertas nomor yang ada di meja, lalu dengan baiknya gue mengambilkannya, cewek itu tersenyum. Kedua kalinya kertas nomor itu jatuh lagi, dalam hati gue ngomong “ Ini cewek apa-apaan sih, dia sengaja atau tidak ngelakuin hal itu, gue harus ambil gak ya, tapi gue malu”. Pada akhirnya gue tetep diem di mejakursi gue. Sumpah, gue pengen ketawa kali ini.

            Di TO SBM pertama ini gue pasrah apapun hasilnya. Nantinya gue mau berjuang buat masuk univ yang gue incer, Psikologi UGM atau Manajemen UGM.

            Setelah selesai gue diajakin temen gue buat nemenin beli buku di Soping, itu loh deretan toko buku deket Taman Pintar. Sekalian aja gue beli buku koding bekas. Lumayan lah 20 ribu. Temen gue juga borong buku buat persiapan UN, ngomongin UN, katanya sekolah gue Unnya model CBT, online gitu. Tapi gue lebih berharap jika UNnya offline aja, karena gue lebih siap.

   Saat perjalanan pulang gue mampir ke tukang cukur rambut. Gue ingin tampil kece lagi, haha. Saat sampai ke tukang cukur rambut, gue cek hp gue. Ternyata ada 7 panggilan masuk dan 2 pesan masuk. Isinya membuat gue terharu, dan nangis. Gue jadi peserta TO terbaik IPS. Alhamdulillah....
 



        
Nb : 

Gue berharap nantinya gue keterima di Manajeman UGM atau Psikologi UGM, doain ya...

Gue juga bukan mau sombong, tapi gue mau nekanin ke kalian jika kita mau usaha keras, apapun yang tidak mungkin pasti mungkin terjadi. Gue memang bukan peringkat pertama kelas, namun gue ingin berusaha keras buat jadi peringkat pertama kelas, peringkat pertama jurusan, peringkat pertama se-propinsi, dan masuk PTN tujuan. Dan ini pembuktian pertama gue, gue mau buktiin kalau gue bisa, kalian juga harus buktiin ya kalau kalian juga bisa.

0 komentar: