Ayo Move On !!!

Agustus 01, 2015 Hadafi 0 Comments

Asli, penyesalan itu datangnya belakangan.



Hallo bro!!! Jumpa lagi sama cowok kece. Kalian tahu gak kalo aku masuk UGM? Bukan mau sombong, aku cuma mau berbagi kisah inspiratif buat kalian. Mungkin kalian pada bertanya- tanya. Gimana rasanya masuk UGM? Susah gak sih masuk UGM? Ini jawabannya.

Sabar ya, aku bingung mau mulai dari mana ceritanya. Oh iya, pada mulanya aku bersekolah SD di dekat rumah. SMPnya jauh banget dari rumah, mungkin paling jauh diantara temen SMP. Nah, SMAnya aku berjuang nih ke sekolah favoritku. Yak EKAMAS.

Di sekolah terbaik se kabupaten GK itu (alay dikit boleh), aku mendapat ranking tengah. Perlahan meniti prestasi, namun sempat syok karena masuk IPS ( katanya lebih unggul IPA soalnya). Aku bukannya stress tapi sebaliknya. Aku janji bakalan bikin IPS Ekamas Jaya. Pencapaian membanggakanku terjadi saat kelas 12. Try Out UN pertama dapet rank 1, TO SBM Anava dapet rank 1, Lulusan terbaik ke 5, dan yang lainnya agak zonk (sabar, sabar broo bacanya, sombong dikit gakpapakan? wkwk). Namun aku GAGAL tembus SNMPTN ( gilak, Hadafi gak tembus. Gini, gini. Sebenernya ini peringatan buatku. Aku sangat PD sekali keterima di Manajemen UGM sehingga aku cuma pilih satu prodi itu. Ini hikmah buat kalian, kalo pilih prodi SNMPTN itu harus punya strategi. Pilihan SNMPTN ada dua tipe, pertama pilih yang realistis atau, kedua pilih yang narsis tapi siapkan diri belajar tes tulis. Kalau aku yang tipe kedua). Tidak hanya di situ, aku juga gagal di jalur rapot Sekolah Vokasi UGM ( Aku sangat syok ini, masa se EKAMAS cuma Nur yang masuk itupun karena dia punya sertifikat juara nas 3 olimpiade Akuntansi di UGM. Jadi gini, aku percaya anak Ekamas itu pinter - pinter, tapi kalau soal nilai rapor masih sangat jauh dari SMA lain. Tapi jangan salahkan sekolah ya? Percaya atau tidak, orang-orang yg keterima di SNMPTN itu kebanyakan memang passion mereka di situ. So, kalau pilih prodi SNMPTN ya yang sesuai passionmu. )

Melewati masa syok.

Masa di mana setiap hari belajar buat persiapan SBMPTN. Aku gak ikut bimbel manapun tapi punya buku bimbel ( Penting. Beli yang bekas di deket Taman Pintar. Kalau bekas kan udah ada jawaban dan penjelasan. Aku beli 20 ribu. Trik lain gantiin buku SBM temen yang udah lolos SNMPTN. Yang murah cari file soal di internet atau file di grup-grup SBMPTN FB.) Aku ikut bimbingan di sekolah dua mapel Bahasa Inggris dan MTK ( kalo awalnya udah gak niat gak usah ikut, cuma jadi rugi)

....... tes, nunggu pengumuman….....

PENTING!!! Cek identitas dulu sebelum mengerjakan soal SBMPTN (SALAH IDENTITAS GAK LOLOS) PENTING!!!

Dua pengumuman sebelumnya aku sangat grogi tapi kali ini aku santai saja. Pukul 17.02 ( Kamis, 9 Juli 2015), aku buka dan Selamat Anda Diterima di Psikologi Universitas Gadjah Mada. Tiba - tiba aku menangis. Aku sempat mengatakan pada ibu. " Bu, ini adalah hadiah untukmu". Aku bersyukur pada Allah. ( Allah PASTI memberikan jalan terbaik untuk kita. PERCAYALAH )

Tamat

Cerita sih udah aja tapi aku mau jawab pertanyaan di awal. Kalau ditanyaain kuliah di mana, rasanya itu ada kebanggaan sendiri ( pada awalnya doang, semakin ke sini biasa aja). Beda jauh kalau kalian udah gabung di grup line masing- masing prodi. Belum kenal aja udah kayak keluarga, temen - temennya humble, down to earth, konyol, seru, topik gak penting jadi seru untuk dibahas. Aku udah ngerasain kayak gitu dan kita belum pernah meet up. Padahal dari anak kota, hingga desa, dari aceh hingga papua. Semoga jadi kenyataan ya.

Susah gampangnya masuk UGM tergantung seberapa keras usaha kita untuk meraihnya. Jika udah kerja keras plus doa ya gampang tapi kalo belum yang sulit.

Semoga postinganku ini bermanfaat buat kalian. Aku minta maaf kalau tulisannya menyombongkan diri sendiri, tapi jujur aku cuma mau menyemangati dan memberi inspirasi untuk kalian. Terimakasih.



0 komentar: