Apa yang Terjadi pada Menit Berikutnya?
Aku tidak bangga jika
dapat mengalahkan satu orang musuh dengan seribu butir peluru. Aku akan jauh
lebih bangga jika berhasil mengalahkan seribu orang musuh hanya dengan satu
butir peluru.
Mungkin
kalian bertanya-tanya, mengapa Hadafi nge-post
terlalu sering? Bukan, hari ini aku sangat senang. Aku bersyukur kepada Alllah
sekaligus berterimakasih kepada orang-orang yang selalu mendukungku,
men-support usahaku, dan mendoakanku. Berkat kalian, aku bisa sedikit bernapas
lega melihat hasil try out pertama. Semoga kalian selalu seperti itu.
Setiap
kali aku mendapati surat yang berisi nilai, aku selalu berdebar untuk
membukanya. Tak ada yang istimewa kok dengan surat itu. Bahasanya saja juga
standar. Aku mungkin pernah bermimpi untuk menggeser posisi Anggit, salah satu
siswa berpretasi di SMAku tapi kepandaiannya sebelasduabelas sama aku, amin,
namun untuk detik ini belum ada usaha keras untuk mewujudkan mimpi itu. Rasanya
masih sulit untuk mewujudkannya. Dan baru pertama kalinya juga, aku berhasil
menggeser posisi Anggit dengan hasil try out ini. Aku serasa bermimpi mendapati
nilaiku ini. Aku tidak pernah menyangka hal ini terjadi. Wow, rasanya itu tak bisa
diceritakan dalam kata-kata, hanya bisa dipahami lewat hati. Hadeh.
Tak
dipungkiri ini hanya try out biasa yang aku sendiri tidak membanggakannya. Ini
hanya awal bagi langkahku selanjutnya. Pada menit pertama aku bisa tersenyum,
tapi pada menit berikutnya aku tak mungkin bisa tersenyum lagi. Masih banyak
materi-materi UN yang belum aku kuasai. Aku tidak akan pernah terlena dengan hasil ini
dan aku akan bisa lebih dari pencapaianku sekarang ini. It’s the beginning, not
the end (bener gak ya tulisannya).
“Bagaimana
sulitnya mempertahankan prestasi daripada mencapainya?” Itu menjadi masalahku saat ini. Aku
harus mempertahankan ini mati-matian. Harus. “Ini artinya aku harus lebih giat
belajar? Oh, God?”.
Dari
hal yang aku alami ini, aku ingin men-share
kepada kalian. Bahwasannya setiap orang itu boleh bermimpi, sekali pun
mimpi itu gila dan hanya mendapatkan
tawa dari orang lain. Aku sendiri tidak peduli dengan orang-orang yang
mentertawakan mimpi-mimpiku, karena aku percaya pasti mimpiku akan terwujud.
Aku juga tidak akan pernah takut mimpi itu tak terwujud karena aku akan terus
bangkit untuk mewujudkan mimpi itu. Aku telah membuktikan hal itu melalui apa
yang aku dapat hari ini. So, untuk orang-orang yang berani bermimpi, teruslah
giat untuk mewujudkan mimpi itu.





0 komentar: