Apa? Lilin Kecil?

November 15, 2014 Hadafi 0 Comments



Selama benang merah masih mengikat paragraf pembuka hingga ke kesimpulan, itulah teman, tapi ketika ada sisipan paragraf sumbang dalam isinya, masihkah kita menyebutnya sebagai teman?

Hari terakhir try out pertamaku ini diakhiri oleh hujan deras sepanjang jalan. Tak heran jika celana putihku penuh dengan bercak kecoklatan. Bicara tentang postingan sebelumnya, aku memakai kata “gue”, tapi sekarang karena ada masukan dari fans, aku ubah. Semoga perubahan ini membawa efek baik bagi blogku.

Malam minggu yang seperti biasa, tak mungkin ada deringan pesan yang berisi pertanyaan “kamu lagi apa?” dari seorang pun. Tapi aku merasa sangat butuh malam ini untuk menuangkan ide-ide yang membludak di kepala agar jadi tulisan. Atau hanya sekedar memainkan remote TV untuk mencari saluran yang menarik untuk di tonton. Yang jelas bukan belajar seperti temanku kebanyakan. 

Flashback dari apa yang sudah aku pelajari mengenai makna gurindam, salah satu jenis puisi lama, aku menjadi mengetahui betapa cerdasnya orang dahulu dalam memberi nasihat bagi generasi muda. Aku lupa bunyi baitnya, namun aku ingat mengenai apa makna yang terkandung di dalamnya. Pada bait gurindam itu dijelaskan bahwa jika kita ingin mengeluarkan kata untuk bicara, sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu agar tidak menjadi bumerang bagi kita sendiri. Belum lama aku mendengar lewat telingaku sendiri, api tentang diriku dari orang lain. Mungkin ini hanya sebuah candaan belaka, namun jika aku menelaahnya lebih jauh aku sadar jika dia tak lebih dari orang-orang yang pernah meremehkanku. Awalnya aku anggap ini sebagai candaan, kemudian aku tidak bisa melupakannya, hingga akhirnya aku mengaggap itu sebuah motivasi yang baik. Dari situ aku bisa belajar, betapa tidak enaknya menjadi korban dari sebuah perkataan. So, untuk teman-teman, aku berpesan agar selalu hati-hati dalam berkata.

Atmosfer belajarku kian hari kian meningkat. Semoga ini menjadi angin segar agar aku secepatnya dapat berlayar ke pulau sebrang. Beberapa hari ini aku berpikir masalah perguruan tinggi yang nantinya akan aku jadikan pijakan. Aku semakin galau untuk menentukan arah perjalanan hidup ini. Aku berharap ada lilin-lilin kecil yang mau membantuku menerangi jalanku nanti. Ah, betapa puitisnya.


0 komentar: