Menemani Senja
![]() |
| Pemandangan Senja di Bukit Bintang, Yogyakarta |
Kemarin Hari Natal. Beberapa
orang merayakan natal bersama keluarga mereka. Ada yang makan di rumah. Ada
juga mereka yang jalan-jalan ke tempat wisata. Dominasi warna merah dengan
sedikit aksen putih menghiasi dekorasi rumah saudara Nasrani. Nampaknya seru. Aku
sendiri kemana?
Pada 25 Desember siang, aku
memiliki ide untuk nyunset di Bukit Bintang, sekitar 4-5 km dari rumahku.
Lumayan dekat sih. Kemudian aku mengajak adikku untuk ikut serta. Maklum,
selama liburan ini, dia belum pernah keluar rumah. Haha.
Waktu mulai menjelang senja. Aku
bersiap mandi. Adikku yang sudah siap sejak 10 menit yang lalu sudah duduk di
depan TV sembari menungguku selesai. Sekitar 5 menit berkutak di kamar mandi,
aku keluar dengan wangi Grape dari sabun mandiku. Kutarik jaket dari gantungan
baju, hawanya agak dingin sih.
Aku dan adikku telah berangkat. Berbekal
niat dan ketulusan hati untuk bertemu si Senja meski Jalan Jogja-Wonosari macet
lancar. Sempat pesimis dengan keramaian yang ada di Bukit Bintang, sumpah, lumayan
ramai. To be honest, ini pertama kalinya aku duduk di salah satu deretan warung
di sini.
“Mas pesan dong?” Ujarku kepada
seorang anak yang kira-kira seumuran dan memakai kaos hitam kedodoran. Ia merupakan penjaga warung, kayaknya sih. Ku ambil pulpen dan daftar menu dari meja kasir. Kami
memesan teh panas dan Goodday panas. Lumayan, bisa menjadi teman untuk melihat
Senja yang segera pulang.
![]() |
| Aku dan adikku menikmati teh dan kopi |
Kami memilih warung yang sepi.
Hanya ada satu bangku yang digunakan orang pacaran, sisanya kosong. Aku memilih
pojok kanan dekat jurang, siapa tahu bisa langsung lompat, eh bercanda, siapa tahu bisa mendapat view yang optimal. Di warung
sebelah, orang-orang ramai berbincang sembari sesekali memainkan ponsel pintar
mereka. Sayangnya, senja tak seindah yang lalu, awan Cumulus Nimbus (Kayaknya
sih, apa ini nama awan hujan? Duh aku lupa.) menutupi indahnya Senja. Apalah daya aku tak bisa usir awan itu.
Aroma pop mie juga menyerbak
seluruh ruang di warung itu. Setelah terdengar adzan magraib, kami segera
menghabiskan minum yang dipesan. Tak mahal, hanya merogoh kocek 8k untuk kedua
minuman tersebut. Ditambah lagi bayar parkir kalau tukang parkirnya ada. Pas aku di sana, tukang parkirnya sedang sibuk sendiri, jadi gak bayar parkir. Maaf bang. Lumayan terjangkau lah dengan bonus view yang indah. Selamat berlibur kawanku.
![]() |
| Kota Jogja dari Bukit Bintang di senja hari |








0 komentar: