Kondangan, Siapa Tahu Ketemu Mantan
![]() |
| YOT di Pernikahan Fida |
Minggu kemarin, tepatnya tanggal
24 Desember 2017 aku menghadiri kondangan keduaku. Ya, sudah dua kali ini aku
menerima undangan nikah dari orang yang ku kenal. Yang pertama, nikahan temen
SDku. Dan yang ini nikahan Fida, anggota Green di YOT Yogyakarta. Sebelum
bercerita panjang lebar, btw congrats ya Fid dan Mas Akbar. Semoga dilancarkan urusan selanjutnya.
Anyway, to be honest, platform
Instagram tuh menurutku bukanlah sosmed yang kegunaan utamanya menjadi album
foto. Tapi, buat panjat sosial dengan ngepost foto hits dan kece biar orang
lain kagum. Coba deh kalian tanyain ke teman-teman kalian. Pasti gatel rasanya
kalo ada kegiatan yang bisa buat panjat sosial tapi gak dipost atau diinstastoryin. Hayooo
ngaku!! Sama kok. Aku ngerasain hal itu, dan aku pun terjebak padanya. Haduh.
Nah, hubungan antara Instagram
dan kondangan tak jauh beda. Netizen berlomba-lomba untuk posting “Lagi
kondangan nih. Kondangan mlulu, kapan dikondangin. Lumayan makan enak di
kondangan temen. Congratss ya. Dll.” Bener atau bener? Sumpah, aku kesel banget
liat instastory atau semacamnya yang unggah ini. Gak hanya soal kondangan sih,
apapun yang nirfaedah lah. To be honest lagi, emang sih kadang aku sendiri
ngiri dengan instastory temen, but, I think again, oke ngiri dikit tapi apa sih
manfaat kalian ngeinstastory kayak gitu? One aswer, by me, panjat sosial. But
its fine sih, di era digital gini efeknya emang kayak gitu. Mungkin aku aja yg
perlu berbenah diri. Oke, move to the story behind the title.
Pagi-pagi aku bersiap. Dengan
sigap segera mengambil kemeja putih yang nampaknya masih di jemuran. Belum well
done kalo istilah untuk steak. Setelah siap dengan alat tempur, a.k.a. parfum dan
pomade yang tinggal seucrit, aku memacu kuda mesinku. Melaju ke lebih dari 25 km
dari keset depan pintu rumah. Lalu, sampailah ke UGM sekitar jam 10.00 buat
nungguin temen2 yang lain kumpul. Biasalah ngaretnya minta ampun.
Setelah siap, cus ke The Alana.
Gile. The Alana cuy, Palagan. Kesan pertama, ramai banget. Ya, parkirpun harus menempuh
ribuan cm dari gerbang masuk. Itupun kayak udah mau overload gitu. Naik ke
atas, ke venue, terlihat antrian panjang menuju kondangn Fida. Yawla, ramai
sekali. Semoga di pernikahanku kelak juga ramai. Eh.
Satu persatu anggota keluarga
mempelai menerima jabat tangan dariku. Kami, yang hendak berjabat tangan dengan
mempelai harus menunggu antrian yang melangkah dengan kecepatan kurang dari 2
meter per menit. Dekorasi bunga yang apik ditambah lighting putih kepink2an,
tak luput nyanyian merdu dari pemusik menambah elegant pesta pernikahan mereka.
Btw, aku gagal fokus sama OOTD mbak-mbak penyanyinya yang pakai baju pink.
Akhirnya setelah 1 jam mengantre, aku bisa bersalaman dengan mempelai. Yeay
udah sah kalau mau makan.
Puluhan menu disediakan di
Ballroom ini, nampak enak dan wangi. Aku tak sepat menikmati Zuppa Sup dan Es
Krim lantaran sudah habis. Aku hanya mencoba mie pakai kikil (lupa namanya),
nasi rames, dan es buah 2x. Enak sekali makanannya. Kalau aku ngajakin anak kos
pasti senang. Sayangnya, saking ramai pesta, tempat duduknya habis. Duh duh.
Maafkan aku Yawla makan sambil berdiri.
Kondangan kali ini, aku datang
bersama teman-teman YOT. Sempat bertemu anak Psikologi juga. Ternyata dunia
sempit. Aku bertemu Prima, dia datang bersama keluarganya. Ayah Prima merupakan
teman dekat ayah mempelai pria. Aku juga menyapa Ahda yang teman seangkatan
mempelai di Teladan. Duh, Jangan-jangan kalau aku nanti ke kondangan lagi bakal
ketemu mantan. Pasti malu kalau datangnya tanpa pasangan. Dikiranya nanti belum
bisa move on. Musti siap-siap dengan jurus seribu alasan. Biar tak malu
menjawab pertanyaan mantan di kondangan teman.
![]() |
| Konco Edan ning YOT |







0 komentar: