Kondangan, Siapa Tahu Ketemu Mantan

Desember 25, 2017 Hadafi 0 Comments


YOT di Pernikahan Fida
Minggu kemarin, tepatnya tanggal 24 Desember 2017 aku menghadiri kondangan keduaku. Ya, sudah dua kali ini aku menerima undangan nikah dari orang yang ku kenal. Yang pertama, nikahan temen SDku. Dan yang ini nikahan Fida, anggota Green di YOT Yogyakarta. Sebelum bercerita panjang lebar, btw congrats ya Fid dan Mas Akbar. Semoga dilancarkan urusan selanjutnya.

Anyway, to be honest, platform Instagram tuh menurutku bukanlah sosmed yang kegunaan utamanya menjadi album foto. Tapi, buat panjat sosial dengan ngepost foto hits dan kece biar orang lain kagum. Coba deh kalian tanyain ke teman-teman kalian. Pasti gatel rasanya kalo ada kegiatan yang bisa buat panjat sosial tapi gak dipost atau diinstastoryin. Hayooo ngaku!! Sama kok. Aku ngerasain hal itu, dan aku pun terjebak padanya. Haduh.

Nah, hubungan antara Instagram dan kondangan tak jauh beda. Netizen berlomba-lomba untuk posting “Lagi kondangan nih. Kondangan mlulu, kapan dikondangin. Lumayan makan enak di kondangan temen. Congratss ya. Dll.” Bener atau bener? Sumpah, aku kesel banget liat instastory atau semacamnya yang unggah ini. Gak hanya soal kondangan sih, apapun yang nirfaedah lah. To be honest lagi, emang sih kadang aku sendiri ngiri dengan instastory temen, but, I think again, oke ngiri dikit tapi apa sih manfaat kalian ngeinstastory kayak gitu? One aswer, by me, panjat sosial. But its fine sih, di era digital gini efeknya emang kayak gitu. Mungkin aku aja yg perlu berbenah diri. Oke, move to the story behind the title.

Pagi-pagi aku bersiap. Dengan sigap segera mengambil kemeja putih yang nampaknya masih di jemuran. Belum well done kalo istilah untuk steak. Setelah siap dengan alat tempur, a.k.a. parfum dan pomade yang tinggal seucrit, aku memacu kuda mesinku. Melaju ke lebih dari 25 km dari keset depan pintu rumah. Lalu, sampailah ke UGM sekitar jam 10.00 buat nungguin temen2 yang lain kumpul. Biasalah ngaretnya minta ampun.

Setelah siap, cus ke The Alana. Gile. The Alana cuy, Palagan. Kesan pertama, ramai banget. Ya, parkirpun harus menempuh ribuan cm dari gerbang masuk. Itupun kayak udah mau overload gitu. Naik ke atas, ke venue, terlihat antrian panjang menuju kondangn Fida. Yawla, ramai sekali. Semoga di pernikahanku kelak juga ramai. Eh.

Satu persatu anggota keluarga mempelai menerima jabat tangan dariku. Kami, yang hendak berjabat tangan dengan mempelai harus menunggu antrian yang melangkah dengan kecepatan kurang dari 2 meter per menit. Dekorasi bunga yang apik ditambah lighting putih kepink2an, tak luput nyanyian merdu dari pemusik menambah elegant pesta pernikahan mereka. Btw, aku gagal fokus sama OOTD mbak-mbak penyanyinya yang pakai baju pink. Akhirnya setelah 1 jam mengantre, aku bisa bersalaman dengan mempelai. Yeay udah sah kalau mau makan.

Puluhan menu disediakan di Ballroom ini, nampak enak dan wangi. Aku tak sepat menikmati Zuppa Sup dan Es Krim lantaran sudah habis. Aku hanya mencoba mie pakai kikil (lupa namanya), nasi rames, dan es buah 2x. Enak sekali makanannya. Kalau aku ngajakin anak kos pasti senang. Sayangnya, saking ramai pesta, tempat duduknya habis. Duh duh. Maafkan aku Yawla makan sambil berdiri.

Kondangan kali ini, aku datang bersama teman-teman YOT. Sempat bertemu anak Psikologi juga. Ternyata dunia sempit. Aku bertemu Prima, dia datang bersama keluarganya. Ayah Prima merupakan teman dekat ayah mempelai pria. Aku juga menyapa Ahda yang teman seangkatan mempelai di Teladan. Duh, Jangan-jangan kalau aku nanti ke kondangan lagi bakal ketemu mantan. Pasti malu kalau datangnya tanpa pasangan. Dikiranya nanti belum bisa move on. Musti siap-siap dengan jurus seribu alasan. Biar tak malu menjawab pertanyaan mantan di kondangan teman.
Konco Edan ning YOT





0 komentar: