Berburu Basic Clothes for Men
![]() |
| Kemeja Nimco |
Beberapa waktu lalu aku menyempatkan
menonton beberapa video dari youtuber tentang fashion and lifestyle. Sungguh,
ternyata tontonan tersebut bermanfaat bagiku, menurutku sih. Aku belajar
bagaimana berpenampilan professional, sporty, hingga streetwear banget ala2 anak
hits sekarang. Aku juga jadi paham tentang brand-brand yang sedang in. Mungkin,
gaya pria metroseksual sudah menjamur, bahkan akupun terpapar olehnya.
Aku memantapkan hati mengambil
uang tabungan untuk berburu baju sesuai arahan dan pengetahuan yang aku dapat
dari Youtube. Isi lemari yang masih acak-acakan juga menjadi penyemangatku
untuk berburu koleksi baru. Sebenarnya hal mudah, ketika cowok mau mengisi
lemari mereka, isilah dengan pakaian basic dulu, kaos warna basic (hitam,
putih), kemeja basic (hitam, putih, navy), jeans, celana bahan, dan tentunya
batik. Itu item-item itu yang bisa membuat pria tampil kece sepanjang masa.
Oke, aku mulai ceritanya. Aku
bangun pagi seperti biasa. Ku sempatnya jogging ke tempat biasa juga bersama
bapak. Setelah berkeringat aku bersiap hingga pukul 09.30. Biasanya sih
distro-distro di Demangan buka jam 10.00 pagi. Benar, seperti dugaanku.
Sebenarnya aku tak sering ke
distro. Hanya ketika mereka mengadakan sale, aku baru berburu baju2 di sana.
Alasanku lebih memilih distro adalah produk lokal, kualitasnya juga bagus.
Malah, aku jarang membeli produk di mall, hampir tidak ada. Kata orang sih
kualitas distro dan mall hampir mirip. Namun, karena aku kemarin juga mampir
Ambarukmo, aku tertarik deh ke Pull & Bear, keknya bagus, tapi mahal sih.
Lanjut, seperti biasa, aku jalan
sendiri. Aku lebih nyaman belanja barang sendiri karena aku tipikal orang yang
lama pilih barangnya, lama banget, beda kayak pria lainnya. Selain itu, mau
ngajak teman tapi paling dia males-malesan. Haha. Yaudah sih gak masalah. Toh
aku fine-fine aja.
![]() |
| Distro Jln Cendrawasih |
Di Demangan, tepatnya Jalan
Cendrawasih, banyak berjejer distro anak muda. Mulai dari 308, Nimco, Disable,
hingga Starcross. Sebenarnya antara satu sama lain produknya sama, cuma beda
brand. Namun, tiap produk sebenarnya punya karakter masing-masing. Mereka juga
punya segmen dan konsumen loyalnya. Kalau aku lebih memilih produk Nimco dan
308, Nimco karena desainnya simple dan bisa look profesional, 308 karena salenya menarik aja. Kalau
kualitas, kayaknya sama kok. Haha.
Kunjungan pertamaku ke Nimco.
Masih sepi karena barusan buka. Aku memilih dan memilah aneka kemeja.
Rencananya sih mau beli kemeja warna hitam dan sabuk. Aku melihat tulisan buy 1
get 1 di mana-mana. Hampir di semua sudut distro. Ada juga sale 20%, 30%, 35%,
bahkan hingga 45%. Lumayan banget buat kalian yang mau berburu pakaian di akhir
tahun. Tapi sayangnya, pilihanku jatuh pada kemeja hitam dan kemeja putih
dengan aksen motif di saku. Keduanya aku ambil dengan harga 215k, Terimakasih
atas promo buy 1 get 1nya.
Sempat menyesal karena aku tidak
mampir ke distro sebelah. Setelah aku beli di Nimco, aku mampir ke 308. Eh,
ternyata sale mereka lebih menarik. Aku juga menemukan kemeja hitam yang sama
dengan harga 210k diskon 50%. Lebih murah dikit. Ditambah lagi aku lebih suka
karena kancingnya putih, terlihat ada aksennya gitu. Duh sedikit kecewa.
Setelah puas memilah satu per
satu pakaian di Nimco dan 308, aku pergi ke Starcross. Kata temanku, kuliatas
mereka unggul dibanding distro lain. Harganya pun sedikit lebih mahal. Ditambah
lagi, mereka jarang mengadakan sale untuk item yang baru. Tapi, ketika aku mau
masuk, tokonya sepi. Sepi bangt bahkan. Hanya ada shopkeepernya. Aku memutuskan
untuk tidak jadi masuk, padahal udah di depan pintu. Aku malu diliatin
shopkeepernya padahal enggak mau beli.
![]() |
| Plaza Ambarukmo |
Di perjalanan pulang aku mampir
ke Plaza Ambarukmo. Sekadar untuk jalan-jalan dan window shopping aja. Aku naik
hingga lantai atas, melihat-lihat dan masuk beberapa toko. Banyak sekali diskon
yang digelar oleh brand-brand di sana. Aku sebenarnya pengen beli sepatu, tapi
uangnya belum cukup. Mungkin pertengahan tahun depan baru bisa kebeli. Gak
papalah. Aku juga mau beli kemeja batik untuk kodangan. Di usiaku sekarang,
sudah mulai ada undangan pernikahan untukku. Sempat nemu batik di Outlet Centro, tapi
harganya mahal banget, 400-500 ribu. Heh, mbok pikir aku duwe duwit semono?








0 komentar: