Berburu Basic Clothes for Men

Desember 28, 2017 Hadafi 0 Comments


Kemeja Nimco

Beberapa waktu lalu aku menyempatkan menonton beberapa video dari youtuber tentang fashion and lifestyle. Sungguh, ternyata tontonan tersebut bermanfaat bagiku, menurutku sih. Aku belajar bagaimana berpenampilan professional, sporty, hingga streetwear banget ala2 anak hits sekarang. Aku juga jadi paham tentang brand-brand yang sedang in. Mungkin, gaya pria metroseksual sudah menjamur, bahkan akupun terpapar olehnya.

Aku memantapkan hati mengambil uang tabungan untuk berburu baju sesuai arahan dan pengetahuan yang aku dapat dari Youtube. Isi lemari yang masih acak-acakan juga menjadi penyemangatku untuk berburu koleksi baru. Sebenarnya hal mudah, ketika cowok mau mengisi lemari mereka, isilah dengan pakaian basic dulu, kaos warna basic (hitam, putih), kemeja basic (hitam, putih, navy), jeans, celana bahan, dan tentunya batik. Itu item-item itu yang bisa membuat pria tampil kece sepanjang masa. 

Oke, aku mulai ceritanya. Aku bangun pagi seperti biasa. Ku sempatnya jogging ke tempat biasa juga bersama bapak. Setelah berkeringat aku bersiap hingga pukul 09.30. Biasanya sih distro-distro di Demangan buka jam 10.00 pagi. Benar, seperti dugaanku.

Sebenarnya aku tak sering ke distro. Hanya ketika mereka mengadakan sale, aku baru berburu baju2 di sana. Alasanku lebih memilih distro adalah produk lokal, kualitasnya juga bagus. Malah, aku jarang membeli produk di mall, hampir tidak ada. Kata orang sih kualitas distro dan mall hampir mirip. Namun, karena aku kemarin juga mampir Ambarukmo, aku tertarik deh ke Pull & Bear, keknya bagus, tapi mahal sih.

Lanjut, seperti biasa, aku jalan sendiri. Aku lebih nyaman belanja barang sendiri karena aku tipikal orang yang lama pilih barangnya, lama banget, beda kayak pria lainnya. Selain itu, mau ngajak teman tapi paling dia males-malesan. Haha. Yaudah sih gak masalah. Toh aku fine-fine aja.

Distro Jln Cendrawasih

Di Demangan, tepatnya Jalan Cendrawasih, banyak berjejer distro anak muda. Mulai dari 308, Nimco, Disable, hingga Starcross. Sebenarnya antara satu sama lain produknya sama, cuma beda brand. Namun, tiap produk sebenarnya punya karakter masing-masing. Mereka juga punya segmen dan konsumen loyalnya. Kalau aku lebih memilih produk Nimco dan 308, Nimco karena desainnya simple dan bisa look profesional, 308 karena salenya menarik aja. Kalau kualitas, kayaknya sama kok. Haha.

Kunjungan pertamaku ke Nimco. Masih sepi karena barusan buka. Aku memilih dan memilah aneka kemeja. Rencananya sih mau beli kemeja warna hitam dan sabuk. Aku melihat tulisan buy 1 get 1 di mana-mana. Hampir di semua sudut distro. Ada juga sale 20%, 30%, 35%, bahkan hingga 45%. Lumayan banget buat kalian yang mau berburu pakaian di akhir tahun. Tapi sayangnya, pilihanku jatuh pada kemeja hitam dan kemeja putih dengan aksen motif di saku. Keduanya aku ambil dengan harga 215k, Terimakasih atas promo buy 1 get 1nya.

Sempat menyesal karena aku tidak mampir ke distro sebelah. Setelah aku beli di Nimco, aku mampir ke 308. Eh, ternyata sale mereka lebih menarik. Aku juga menemukan kemeja hitam yang sama dengan harga 210k diskon 50%. Lebih murah dikit. Ditambah lagi aku lebih suka karena kancingnya putih, terlihat ada aksennya gitu. Duh sedikit kecewa.

Setelah puas memilah satu per satu pakaian di Nimco dan 308, aku pergi ke Starcross. Kata temanku, kuliatas mereka unggul dibanding distro lain. Harganya pun sedikit lebih mahal. Ditambah lagi, mereka jarang mengadakan sale untuk item yang baru. Tapi, ketika aku mau masuk, tokonya sepi. Sepi bangt bahkan. Hanya ada shopkeepernya. Aku memutuskan untuk tidak jadi masuk, padahal udah di depan pintu. Aku malu diliatin shopkeepernya padahal enggak mau beli.
Plaza Ambarukmo

Di perjalanan pulang aku mampir ke Plaza Ambarukmo. Sekadar untuk jalan-jalan dan window shopping aja. Aku naik hingga lantai atas, melihat-lihat dan masuk beberapa toko. Banyak sekali diskon yang digelar oleh brand-brand di sana. Aku sebenarnya pengen beli sepatu, tapi uangnya belum cukup. Mungkin pertengahan tahun depan baru bisa kebeli. Gak papalah. Aku juga mau beli kemeja batik untuk kodangan. Di usiaku sekarang, sudah mulai ada undangan pernikahan untukku. Sempat nemu batik di Outlet Centro, tapi harganya mahal banget, 400-500 ribu. Heh, mbok pikir aku duwe duwit semono?

0 komentar: