Couple Travelling with Minimum Cost
Hujan lebat di pagi hari membuat
semua orang mager. Mager kerja, mager ngampus, bahkan mager buat beranjak dari
tempat tidur. Tapi, gegara paper UAS yang harus dikumpulkan ke lebih dari 25 km
dari tempat tidurku, ah apa boleh buat. Kuambil handuk lalu mulai menggosok
gigi sambil memegang gayung di tangan kiri. Bersiap buat ngampus di Jumat pagi.
Bau khas tanah sehabis diguyur
hujan masih terasa sesampainya di kampus. Matahari mulai muncul dari balik awan
tapi gerimis tak mau pergi. Langsung aku menginjakkan kaki ke Bul. Membuka
gembok alay yang menurutku nirfaedah. Hidupin PC untuk ngeprint 5 halaman yang
belum sempat aku print.
Selesai ritual di Bul, aku
langsung ke kampus, aku jilid, lalu kumpulkan. Aku liat bapak2 pengajaran yang
berbeda. Nampaknya beliau tak hadir. Aku disambut pria berseragam biru lalu
menanyakan, “Mau ngumpulin tugas mas?” Ujarnya. “Iya brooooh,” jawabku
bercanda. Ternyata yang baru mengumpulkan tak lebih dari 10 orang. Mahasiswa
sekarang pada males ya? Apa karena hujan? Nampaknya Gen Y memang gitu sih,
malesan.
Aku menunggu partner travellingku
sekitar 15 menitan. Sendiri. Dia ngechat, “Aku udah sampai nih. Di print2an”.
Ya, kali ini aku mempunyai partner yang mau diajak jalan. Cewek lagi. Ah asyiknya.
Haha. Dia juga ngumpulin tugas yang sama denganku. Okay, balik ke agenda
travelling. Kami mau ke Kotagede.
Kami melaju dengan sambutan
gerimis syahdu di antara langit Jogja. Berbekal maps yang ternyata mengarahkan
pada jalan yang salah, kami sempat kebingungan ketika hampir sampai di Kompleks
Makam Raja2 Mataram. Tempat tersebut merupakan salah satu destinasi
travelling di Kotagede. Di areal itu juga ada Masjid Agung Mataram Kotagede.
Meski sempat muter-muter, tapi kami bisa sampai di tempat tujuan pertama.
Lumayan sepi sih pagi itu. Mungkin karena di masjid juga sedang ada agenda
Tabligh Akbar, jadi wisata Makam Raja Mataram sepi.
Wisatawan bisa melihat
bangunan-bangun tua ala kerajaan-kerajaan. Bisa lihat mata air. Bisa lihat
makam, tapi tidak dibuka pada saat itu. Dan eh, aku sama Fuja ketemu pasangan
yang lagi foto PreWed. Haduh, Fuja jadi baper banget tuh. Jadi di Makam2 Raja
MAtaram kita bisa liat orang foto PreWed juga. Btw, di sana juga ada penyewaan
busana Jawa gitu. Katanya sih kalau mau masuk makam kudu berpakaian Jawa. Gatau
deh.
Setelah puas melihat komplek
Makam Raja2 Mataram, kami memutuskan untuk mencoba foto di pintu yang banyak
tamanannya gitu. Dulu sih sempat terkenal di instagram, tapi sekarang sudah
surut kehitsannya. Namun, kami dilarang foto karena mau diadakan Tabligh akbar.
Sebenarnya ngekek, karena tak ada hubungannya sih. Tapi kami ngikut aja, toh
gak penting2 amat foto di situ.
Selanjutnya aku mengajak Fuja ke
Pasar di dekat komplek tersebut. Btw, Fuja itu teman cewek satu angkatan di
Psikologi UGM, dia asal Padang. Di pasar, kami jalan dan menyusuri
lorong-lorong pasar. Eh ketemu jajanan pasar. Kami membeli 5/6 potong jajanan
pasar yang beranekaragam. Cuma 8 ribu cuy. Murah. Setelah beli, kami keluar
pasar dan duduk di emperan toko. Bodo amat, kami makan jajanan pasar yang sudah
dibeli. Waktu tengah hari, aku memutuskan mencari masjid biar bisa Jumatan. Di
sekitar situ, ada Masjid Perak. Aku jumatan di situ.
Selanjutnya kami caw dari
Kotagede menuju Malioboro. Oiya, di Kotagede, kami hanya bayar parkir 2 ribu. Meski
panas2 dan macet, aku mengajak Fuja untuk menemani jalan-jalan di Kotagede.
Kami memutuskan untuk aprkir di Mall Malioboro. Rame banget lah pokoknya.
Satu persatu penjual aksesoris,
oleh-oleh dll kami sapa. Lorong Malioboro yang sempitnya minta ampun tambah
pengunjung yang membludak tak lupa kami sambangi. Di Malioboro, wisatawan bisa
belanja aneka batik dan oleh-oleh khas Jogja lainnya. Di beberapa toko bahkan
menawarkan diskon gede2an. Tapi gak segede Gunung Merapi sih. Haha. Aku dan
Fuja jalan sambil membicarakan tentang pengalam belanja kami. Lucu sih.
Setelah lapar berkeliling, kami
mampir ke Mekdi untuk ngadem di AC dan pesen minuman. Kami berdua habis sekitar
30 ribu. Setelah tubuh adem, kami berjalan2 ke tiap toko di Mall Malioboro.
Window shopping lah. Kami melihat aneka sepatu, baju, bahkan sempat
pegang-pegang Galaxy Note 8 di Gerai Samsung. Lelah berkeliling, kami
memutuskan untuk pulang. Bayar parkir 3 ribu lalu pulang ke UGM karena motorku
di sana.
Setelah jalan-jalan berdua, kami
lanjut ke urusan masing-masing. Aku ada rapat sama bebakaran di Bul sampai
malam. Fuja mau dinner sama temennya. Travelling ala kami ini menghabiskan uang
tak lebih dari 50 ribu. Pasnya 43 ribu, oke kita hitung ditambah uang bensin.
Mungkin ya sekitar 50 ribu itu. Murah dan menyenangkan tentunya.
Big thanks to Fuja. I hope that
we can explore around again. See ya yang mau ke Thailand. Jangan lupa oleh2.








0 komentar: