Couple Travelling with Minimum Cost

Desember 23, 2017 Hadafi 0 Comments




Hujan lebat di pagi hari membuat semua orang mager. Mager kerja, mager ngampus, bahkan mager buat beranjak dari tempat tidur. Tapi, gegara paper UAS yang harus dikumpulkan ke lebih dari 25 km dari tempat tidurku, ah apa boleh buat. Kuambil handuk lalu mulai menggosok gigi sambil memegang gayung di tangan kiri. Bersiap buat ngampus di Jumat pagi.

Bau khas tanah sehabis diguyur hujan masih terasa sesampainya di kampus. Matahari mulai muncul dari balik awan tapi gerimis tak mau pergi. Langsung aku menginjakkan kaki ke Bul. Membuka gembok alay yang menurutku nirfaedah. Hidupin PC untuk ngeprint 5 halaman yang belum sempat aku print. 

Selesai ritual di Bul, aku langsung ke kampus, aku jilid, lalu kumpulkan. Aku liat bapak2 pengajaran yang berbeda. Nampaknya beliau tak hadir. Aku disambut pria berseragam biru lalu menanyakan, “Mau ngumpulin tugas mas?” Ujarnya. “Iya brooooh,” jawabku bercanda. Ternyata yang baru mengumpulkan tak lebih dari 10 orang. Mahasiswa sekarang pada males ya? Apa karena hujan? Nampaknya Gen Y memang gitu sih, malesan.

Aku menunggu partner travellingku sekitar 15 menitan. Sendiri. Dia ngechat, “Aku udah sampai nih. Di print2an”. Ya, kali ini aku mempunyai partner yang mau diajak jalan. Cewek lagi. Ah asyiknya. Haha. Dia juga ngumpulin tugas yang sama denganku. Okay, balik ke agenda travelling. Kami mau ke Kotagede.


Kami melaju dengan sambutan gerimis syahdu di antara langit Jogja. Berbekal maps yang ternyata mengarahkan pada jalan yang salah, kami sempat kebingungan ketika hampir sampai di Kompleks Makam Raja2 Mataram. Tempat tersebut merupakan salah satu destinasi travelling di Kotagede. Di areal itu juga ada Masjid Agung Mataram Kotagede. Meski sempat muter-muter, tapi kami bisa sampai di tempat tujuan pertama. Lumayan sepi sih pagi itu. Mungkin karena di masjid juga sedang ada agenda Tabligh Akbar, jadi wisata Makam Raja Mataram sepi.


Wisatawan bisa melihat bangunan-bangun tua ala kerajaan-kerajaan. Bisa lihat mata air. Bisa lihat makam, tapi tidak dibuka pada saat itu. Dan eh, aku sama Fuja ketemu pasangan yang lagi foto PreWed. Haduh, Fuja jadi baper banget tuh. Jadi di Makam2 Raja MAtaram kita bisa liat orang foto PreWed juga. Btw, di sana juga ada penyewaan busana Jawa gitu. Katanya sih kalau mau masuk makam kudu berpakaian Jawa. Gatau deh.

Setelah puas melihat komplek Makam Raja2 Mataram, kami memutuskan untuk mencoba foto di pintu yang banyak tamanannya gitu. Dulu sih sempat terkenal di instagram, tapi sekarang sudah surut kehitsannya. Namun, kami dilarang foto karena mau diadakan Tabligh akbar. Sebenarnya ngekek, karena tak ada hubungannya sih. Tapi kami ngikut aja, toh gak penting2 amat foto di situ.


Selanjutnya aku mengajak Fuja ke Pasar di dekat komplek tersebut. Btw, Fuja itu teman cewek satu angkatan di Psikologi UGM, dia asal Padang. Di pasar, kami jalan dan menyusuri lorong-lorong pasar. Eh ketemu jajanan pasar. Kami membeli 5/6 potong jajanan pasar yang beranekaragam. Cuma 8 ribu cuy. Murah. Setelah beli, kami keluar pasar dan duduk di emperan toko. Bodo amat, kami makan jajanan pasar yang sudah dibeli. Waktu tengah hari, aku memutuskan mencari masjid biar bisa Jumatan. Di sekitar situ, ada Masjid Perak. Aku jumatan di situ.

Selanjutnya kami caw dari Kotagede menuju Malioboro. Oiya, di Kotagede, kami hanya bayar parkir 2 ribu. Meski panas2 dan macet, aku mengajak Fuja untuk menemani jalan-jalan di Kotagede. Kami memutuskan untuk aprkir di Mall Malioboro. Rame banget lah pokoknya.

Satu persatu penjual aksesoris, oleh-oleh dll kami sapa. Lorong Malioboro yang sempitnya minta ampun tambah pengunjung yang membludak tak lupa kami sambangi. Di Malioboro, wisatawan bisa belanja aneka batik dan oleh-oleh khas Jogja lainnya. Di beberapa toko bahkan menawarkan diskon gede2an. Tapi gak segede Gunung Merapi sih. Haha. Aku dan Fuja jalan sambil membicarakan tentang pengalam belanja kami. Lucu sih.

Setelah lapar berkeliling, kami mampir ke Mekdi untuk ngadem di AC dan pesen minuman. Kami berdua habis sekitar 30 ribu. Setelah tubuh adem, kami berjalan2 ke tiap toko di Mall Malioboro. Window shopping lah. Kami melihat aneka sepatu, baju, bahkan sempat pegang-pegang Galaxy Note 8 di Gerai Samsung. Lelah berkeliling, kami memutuskan untuk pulang. Bayar parkir 3 ribu lalu pulang ke UGM karena motorku di sana.

Setelah jalan-jalan berdua, kami lanjut ke urusan masing-masing. Aku ada rapat sama bebakaran di Bul sampai malam. Fuja mau dinner sama temennya. Travelling ala kami ini menghabiskan uang tak lebih dari 50 ribu. Pasnya 43 ribu, oke kita hitung ditambah uang bensin. Mungkin ya sekitar 50 ribu itu. Murah dan menyenangkan tentunya.

Big thanks to Fuja. I hope that we can explore around again. See ya yang mau ke Thailand. Jangan lupa oleh2.

0 komentar: