Sosok Inspirator
Ok guys, today is 2nd Oktober, it’s mean
that i am free. My mid term-test was finished. Hore......
Setelah lama nungguin seminggu akhirnya bisa ngeblog
lagi sama kalian. Semoga aja gue juara satu, anyway tapi gue gak yakin, ah
sudahlah. Pengen tau gak kalian? Gue mau libur dua hari coy. Di SMA gue itu
banyak yang nganggep kalo libur itu hanya mitos belaka. Habisnya kalo libur
tetep ada acara masuk masuk sekolah, entah tutorlah apalah. Ngomongin tutor,
kata temenku udah ada jadwalnya di papan pengumuman, tapi “njuk ngopo?”. Memang
kalo ngomongin soal sekolah itu gak akan pernah ada habisnya.
Pada postingan kali ini gue mau buka-bukaan. Eh
jangan jorok ya. Maksudnya gue mau curcol dulu. Hahaha. Gue mau bicara soal MrX.
Itu adalah orang yang mungkin pernah jadi temen gue. Ha mungkin? Tapi sekarang
entah gimana kok jadi gitu banget. Maksudnya kayak kelihatan jijik kalo liat
muka gue. Emang sih muka gue gak ganteng, tapi gak sok kayak gitu kenapa?
Mungkin dia iri ya sama gue, bisa jadi, soalnya gue udah baik, pinter, soleh
lagi, (kan lumayan bisa muji diri sendiri, abisnya gak ada yang pernah muji
sih). Tapi gue gak ambil pusing kok sama MrX itu. “Wong yo udu urusanku”. Tapi
gue pengen tahu kenapa alasannya? Kan gak baik kalo memutuskan hubungan
persaudaraan.
Dua paragraf di atas sebenarnya adalah tulisan enam
hari yang lalu, berhubung gue super sibuk, gue baru lanjutin sekarang. Kawan,
pasti kalian semua udah puas dengan daging kabing-kan? Selamat idul kurban ya?
Semoga daging yang udah kita makan membawa manfaat bagi tubuh, bukan justru
nambah kolesterol.
Dalam lanjutan tulisan ini gue mau out of topic, gue
pengen bicara tentang orang-orang yang membuat gue terinspirasi dan termotivasi
buat bangkit dari keterpurukan gue. Tak jarang gue pernah buka tentang biografi
orang-orang muda yang bisa membuat gue ter-wow-kan. Tadi sore gue baca biografi
mengenai anak dari bapak presiden SBY, mas Agus. Yang gue salut adalah
kecerdasan dan kewibawaan beliau, apalagi pendidikannya. Dia adalah lulusan
terbaik sekolah taruna nusantara tahun 1997. Pria yang lulus dari Harvard
University tahun 2010 juga semakin membuat gue tercengang. Hah, harvard?
Bayangin friends, kuliah di harvard itu sesuatu yang sulit, apalagi dia lulus
dengan predikat memuaskan. Gak kepikir seberapa encer kepinteran dia.
Artis sekaligus penyanyi yang satu ini juga membuat gue
tercengang, ya, Cinta Laura. Cewek multi talenta ini pernah mengenyam
pendidikan di Colombia University. Wow. Selain orangnya cantik, dia juga
cerdas. Dia pernah menjadi asisten dosen di universitasnya, betapa sangat
membanggakan bukan? Yang paling membuat gue terinspirasi, dia mempunyai ambisi
besar untuk mimpi-mimpinya, menjadi artis hollywood atau bekerja di PBB. Karena
ambisinya itu yang membuat gue juga berani bermimpi buat kuliah di luar negri.
Gue juga gak munafik kalo bahasa inggris gue masih jelek. Tapi gue akan
berusaha keras untuk lancar berbahasa inggris.
Kemaren, gue baru saja ngucapin selamat kepada
novardin, gue sebenarnya gak terlalu akrab dengan dia. Mungkin gue baru
men-chat dia ketika dia nulis impiannya di blognya, rimbahidup. Dia nulis
impiannya yang kemudian terwujud. Wah, sejujurnya gue ‘envy’ banget sama dia.
Tapi ini positif kok. Berkat elu, din, gue jadi pengen punya mimpi yang orang
pikir itu mimpi yang gila. Bukan gue bermaksud pengen jadi temen loe ketika loe
udah berhasil melangkah pada satu tujuanmu, tapi gue hanya pengen dengar cerita
elu ketika lu udah berproses di National
Research Irkutsk State Technical University Rusia. Gue pengen denger gimana
kuliah pertama lu disana? Dapat temen gak di sana? Soal bahasa gimana? Dan yang
lain? Gue berpikir jika orang yang bisa jawab pertanyaan gue adalah lu. Gue berharap
jika dia selalu rajin memposting tulisannya di blog, biar gue dapet inspirasi
untuk bangkit. Sekali lagi selamat ya.
*Saat itu gue ikut oprek kaca di KR, nah si novardin
ini adalah orang pertama yang gue kenal dari oprek itu. Tapi pada akhirnya, dia
gak ngelanjutin saat tes terakhir, katanya dia ada oprek panitia apa gitu.
Gue semakin tidak sabar untuk bisa menulis
impian-impian gue di selembar kertas kemudian berusaha keras untuk
mewujudkannya menjadi sesuatu yang nyata dalam hidup gue. Masih banyak
orang-orang yang menjadi inspirator gue, yang tidak mungkin gue tulis
satu-satu. Gue mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang bersedia
menulis ceritanya ke publik, sehingga orang lain menjadi termotivasi. Danke....





0 komentar: