Kecelakaan Batin

Mei 10, 2013 Hadafi 0 Comments



                                                   
Serasa daun jati belum meranggas
Tersapa hembusan angin ganas
Tergoyang  jatuh menukik menghempas
Memahat ukiran indah membekas

Aku sering berandai-andai
Sambut senyum sang mentari
Menunggu esok selaku misteri
Penuh tanya tanpa  jawaban pasti

 Aku sendiri menghitung masa
Tanpa doa hanya derita
Dengan lara memandu nestapa
Bak roda tak berputar seirama

Kenapa dengan hari ini Tuhan?
Permata hatiku Engkau hilangkan
Melahirkan  tangis berkepanjangan
Meluapkan emosi dan pikiran

Lihat aku Tuhan!
Sendiri menapaki kehidupan
Menunggu datangnya kepastian
Dengan air mata yang Engkau jatuhkan

Tegakah Engkau melihatku?
Sayatan- sayatan dalam batinku
Penuh darah cambukan-Mu
Lihatlah telanjang tubuh ini?

Tuhan, aku diam merundukkan kepala
Aku membisu tiada mungkin tertawa
Duka lara menyelimuti jiwa
Membuat hati ini sekian kali terluka

Tuhan, musnahkan semua masalah
Aku mau sujud dalam sajadah
Dengan kedua tangan mengadah
Sehingga engkau memberi maaf atas salah

Tuhan, aku sadar dengan musim gugur ini
Merontokkan daun kering dini
Menyisakan ranting tiada terbaluti
Menjadikan buruk, aku tak peduli

Tuhan, dengan semua hikmah terlihat
 Aku tahu, telah menjadi lebih kuat
Mengusap pilu melahirkan semangat
Baiklah, aku terima hadiah  ini sebagai  berkat

0 komentar: