Kecelakaan Batin
Serasa
daun jati belum meranggas
Tersapa
hembusan angin ganas
Tergoyang
jatuh menukik menghempas
Memahat
ukiran indah membekas
Aku
sering berandai-andai
Sambut
senyum sang mentari
Menunggu
esok selaku misteri
Penuh
tanya tanpa jawaban pasti
Aku sendiri menghitung masa
Tanpa
doa hanya derita
Dengan
lara memandu nestapa
Bak
roda tak berputar seirama
Kenapa
dengan hari ini Tuhan?
Permata
hatiku Engkau hilangkan
Melahirkan
tangis berkepanjangan
Meluapkan
emosi dan pikiran
Lihat
aku Tuhan!
Sendiri
menapaki kehidupan
Menunggu datangnya kepastian
Dengan air mata yang Engkau jatuhkan
Tegakah Engkau melihatku?
Sayatan-
sayatan dalam batinku
Penuh
darah cambukan-Mu
Lihatlah
telanjang tubuh ini?
Tuhan,
aku diam merundukkan kepala
Aku
membisu tiada mungkin tertawa
Duka
lara menyelimuti jiwa
Membuat
hati ini sekian kali terluka
Tuhan,
musnahkan semua masalah
Aku
mau sujud dalam sajadah
Dengan
kedua tangan mengadah
Sehingga
engkau memberi maaf atas salah
Tuhan,
aku sadar dengan musim gugur ini
Merontokkan
daun kering dini
Menyisakan
ranting tiada terbaluti
Menjadikan
buruk, aku tak peduli
Tuhan,
dengan semua hikmah terlihat
Aku tahu, telah menjadi lebih kuat
Mengusap
pilu melahirkan semangat
Baiklah, aku terima hadiah ini sebagai berkat





0 komentar: