Butir Benci
Butir Benci
Kokok ayam memerdu pagi buta
Memisahkan cinta diantara mereka
Anak ayam mulai tumbuh dewasa
Ditinggal induk mengerami
permata
Kini anak ayam hidup sendiri
Menyambung nyawa, makan dicari
Menaggung luka pedih di hati
Menyelesaikan proses seleksi
bumi
Pesta pora di hati ibunda
Menanti kelahiran sang putra
Keturunan yang lama didamba
Terlahir di dunia penuh cinta
Itulah sang
dewiku
Melalaikan
masa dewasaku
Mementingkan
kegembiraan baru
Meneteskan
air mata hatiku
21 April 2013





0 komentar: