Life of Me Part 3: Masa Awal Sekolah Dasar
![]() |
| Source: http://sorongselatankab.go.id/index.php/news/read/2015/10/15/165/puskesmas-saifi-terima-mobil-pusling.html |
Puasa: jam 9 sudah berbuka
Aku tidak ingat kapan tepatnya aku diajari ibu untuk berpuasa.
Yang jelas sekitar awal – awal aku masuk SD. Dulu, bulan ramadan tidak ada
kegiatan belajar mengajar. Jadi bulan puasa tuh sekolah off. Enak kan? Honestly
enggak. Enggak enak.
Gaada kegiatan, puasa lagi. Mana tahan?
Sahur adalah bangun
malam untuk makan sebelum berpuasa. Saat itu aku dibangunkan ibuku untuk sahur.
Aku bangun lalu cuci muka. Ibuku mengambil makan untukku. Seperti kebanyakan orang puasa, sahur tuh
males banget. Kalau gak benar2 niat, susah bangun. Untuk ibu setia membangunkanku.
Alhamdulillah.
Puasa pertamaku
trejadi saat sekolah libur. Ini
semacam ketentuan dari dinas gitu kalau bulan puasa libur. Dari pagi aku mencoba untuk tidak melihat makanan. Sampai aku jalan2 keluar rumah dan tidak sengaja aku mengambil bunga berwarna ungu. Aku menghisap madu
didalamnya. Aku lupa saat itu sedang puasa. Aku bilang ke ibu bagaimana
puasaku. “ Puasamu tidak batal karena kamu tidak sengaja. Jika kamu sengaja
menghisap madunya, baru, puasanya dianggap batal,” ujar ibu
menenangkanku. Syukur
deh.
Tidak hanya lupa
puasa, saat jam menunjukkan pukul 09.00 aku sudah merasa lapar. Aku bilang ke
ibu jika aku sudah lapar. Ibu menjelaskanku dan menasehati untuk makan karena
aku baru belajar berpuasa. Tapi aku masih ngotot untuk tidak makan. Pada
akhirnya aku juga tidak bisa menyelesaikan puasa setengah hariku itu. Terpaksa
jam 09.00 aku sudah makan. Haha.
Mobil putih mengerikan
Aku sedikit lupa
tentang apa yang aku alami di tahun
pertama belajar di sekolah dasar. Yang sampai hari ini tak terlupakan
adalah rasanya memiliki guru yang bernama Bu Darifah. Senang sekali, beliau
mengajar dengan penuh kasih sayang sehingga tak jarang mendapat nilai 10 pada
matematika. Itu
terjadi saat kelas 1 SD kalau gak salah. Dulu, aku lumayan pinter sih. Bahkan
pernah nilai rapor matematika 10. Kelas 1 gitu.
Beranjak ke tingkatan
selanjutnya, aku sempat beberapa bulan bertemu guru killer. Namanya Bu X. Beliau sangat killer sampai –sampai pernah ada yang dilempar kapur karena bercana sendiri.
Tapi aku tak sempat merasakan itu. Mungkin killer untuk beberapa anak saja, except me. Tapi sekarang kayaknya
udah tidak seseram dulu. Akupun ketika bertemu beliau biasa2 aja. Hehe.
Melihat mobil putih di
depan gerbang sekolah selalu menjadi momok bagi murid SD. Pastilah mereka dari
Puskesmas yang secara rutin melakukan cacar pada kami. Jadi, beberapa kali aku mengalami suntik
di tahun-tahun awal SD. Ada vaksin gitu, terus suntik cacar, dll. Ada juga
pembagian susu gratis atau makanan. Kalau gak salah, setiap 2x seminggu ada
pembagian susu kotak untuk peningkatan gizi. Ada juga pembagian PMTAS (lupa
kepanjangannya, tapi itu program bagi makanan untuk peningkatan gizi).
Paling seru ketika ada mobil putih yang aku ceritakan
sebelumnya datang. Anak-anak sembunyi, berteriak, diam gemetar, dll. Tapi, aku cukup berani, walaupun terkadang masih merasa ragu. Kami pasti beranggapan disuntik terasa menyakitkan. Tak heran jika ada beberapa temanku
yang menangis ketika disuntik. Padahal aslinya juga tidak sakit. Eh, sakit sih.






0 komentar: