Life of Me Part 1

Januari 09, 2018 Hadafi 1 Comments

Zafran, Hadafi, Mbak Ayu, Andi

Overview singkat
Namaku Hadafi Farisa Romadlon. Orang – orang disekitar biasanya memanggilku dengan nama Hadafi atau Dafi. Aku lahir pada hari Minggu, 01 Desember 1996 di Sleman. Kedua orang tuaku adalah Romadlon Haryadi dan Sarmiyati. Bapak  bekerja sebagai pegawai wiraswasta atau pedagang. Ibu sebagai guru di salah satu taman kanak-kanak di Gunungkidul.  Aku tinggal bersama mereka ditambah adik, Hafid Cahya Romadlon, seorang laki- laki yang saat ini duduk di bangku SMP.
Aku kecil dan besar di Patuk, tepatnya tinggal di Panjatan, RT 08 RW 02, Pengkok, Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah sederhana yang kami tinggali dengan suasana desa yang asri.
Aku memiliki golongan darah B, mempunyai sedikit minat pada fashion, dan suka mendengarkan musik. Aku cukup aktif di media sosial untuk meng-update informasi, tapi sekarang mulai redup. Entah, mungkin karena aku mau lebih menghormati privasiku. Oiya, aku juga punya hobi di bidang jurnalistik juga hlo.
Selama hidup ini, aku pernah bersekolah di TK Masyitoh Kebokuning, SD N Pengkok, SMP 2 Playen, dan SMA N 1 Wonosari. Saat ini aku masih berusaha untuk menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi UGM. Sekian gambaran singkat kehidupan yang aku alami.
Hadafi Farisa


Ingatan masa kecil
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, aku lahir pada 01 Desember 1996. Menurut penuturan ibu, kelahiran anak pertamanya ini terbilang unik. Normalnya, bagian tubuh pertama yang keluar dari rahim dalah kepala, namun bagian bokongku lah yang pertama kali keluar dari rahim ibu. Entah mengapa itu terjadi, yang jelas alhamdulillah selamat. Sampai sekarang, aku tak bisa membayangkan bagaimana bisa bokong yang kelaur duluan.
Tidak hanya mengenai proses kelahiran, pada proses perkembanganku tidak melalui proses merangkak melainkan ngesot, hal aneh bagi orang awam memang. Kata ibuku, celana sampai kotor karena ngesot kesana kemari. Beliau tidak segan mengatakan kecepetan ngesotku melebihi kereta. Tapi itu normal kok, kata dosenku emang semisal dia gak merangkak, dia ngesot. Sans.
Aku gak ingat masa kecilku seperti apa. Ini wajar juga. Kalo istilah psikologinya infantil amnesia, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengingat kejadian masa kecil. Mungkin kalau aku ingat keluar rahim bokong dulu, ngeri kali ya? Nah lo. Dari penuturan Emak tersayang, aku sering dikira cewek saat digendong ibu di angkot. Kenapa? Kulitku putih kuning gitu, pokoknya mulus. Karena itulah aku dikira orang-orang diangkot cewek.
Momentum yang masih teringat sampai sekarang yaitu ketika aku digendong ibu tepat di belakang rumah nenek, Gatak, Selomartani. Suasanya sejuk dan angin sepoi- sepoi masih terasa sampai saat ini. Ditambah lagu “Gambang Suling” yang dinyanyikan ibu dengan merdu mempertegas kasih sayang beliau yang diberikan kepadaku. Aku selalu merindukan masa bayiku ini.
Tahun pertama aku lahir, aku dibesarkan di Kalasan, rumah nenek. Setelahnya aku baru pindah ke Patuk, Gunungkidul. Di sini, aku memiliki teman masa kecil. Mereka adalah Andi dan Zafran. Satu lagi, namanya Mbak Ayu, dulu sering main bersama kami. Tapi, aku sendiri lupa main apa.
Waktu kecil, aku sering diajak simbah dari bapakku. Paling suka diajak main ke rumah tetangga, lalu makan nasi anget plus kecap. Duh enaknya. Dulu hanya orang tertentu yang punya magic com, nah kebetulan dia punya. Enak banget pokoknya makan nasi sama kecap gitu.

1 komentar: